GP Ansor-Banser Sukabumi Siap Bela NKRI dan Jaga Kiyai

  • Whatsapp
GP Ansor dan Banser Kabupaten Sukabumi saat mengikuti apal kebangsaan yang bertema Tiada Gentar Dada ke Muka Bela Agama Bangsa Negeri.

SUKABUMI – Barisan Ansor Serbaguna (Banser) menggelar Apel Kebangsaan yang diikuti anggota Banser se-pulau Jawa, secara virtual. Tida terkecuali, Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sukabumi yang ikut hadir dalam apel yang bertema Tiada Gentar Dada ke Muka Bela Agama Bangsa Negeri ini.

Dalam Apel Kebangsaan tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas menyatakan ada sejumlah catatan. Diantaranya, tentang tanggungjawab GP Ansor dan Banser terhadap NKRI dan ulama serta kiyai.

Bacaan Lainnya

“Yang pertama saya ingin mengingatkan diri kita dan sahabat-sahabat seluruh kader Ansor dan Banser baik yang ada di Indonesia maupun luar negeri, bahwa kita Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna, memiliki dua tanggungjawab inti yaitu pertama tanggungjawab kepada negara kesatuan Republik Indonesia, negara yang dideklarasikan, ikut diperjuangan oleh para Muassis Nahdlatul Ulama, yang kedua tanggungjawab kepada para ulama, para kiai-kiai kita,” ungkap Yaqut dalam apel kebangsaan yang dilaksanakan secara virtual, Minggu (29/11)

Adapaun catatan kedua, yakni meminta para tokoh-tokoh masyarakat mampu memberikan contoh dan menjadikan teladan kepada masyarakat mengenai penerapan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

“Kita memahami jika ada keinginan baik misalnya menyelanggarakan Maulid Nabi, boleh silahkan itu baik-baik saja. Tetapi saya ingatkan supaya keselamatan masyarakat, kesehatan masyarakat juga harus dijadikan perhatian,” tegasnya.

Kemudian, meminta pemerintah tegas menegakan aturan terkait pandemi Covid-19. Menurut Yaqut, tidak boleh ada tawar menawar dalam menegakan aturan protokol kesehatan.

“Tidak peduli yang melanggar itu habaib, yang melanggar itu kiai, yang melanggar itu gubernur, yang melanggar itu wali kota, atau tokoh Ansor, Banser sekalipun, jika protokol kesehatan dilanggar kita desak pemerintah untuk bersikap tegas, tegakan peraturan, tegakan hukum. Tidak usah takut, tidak usah takut. Ini penting demi keselamatan seluruh warga bangsa ini,” tegasnya.

Yaqut menyatakan, 270 daerah akan melaksanakan Pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang. Dia berharap kader Ansor dan Banser ikut mensukseskan Pilkada. Ikut mensukseskan Pilkada, kata Yakut, dalam arti tidak boleh meninggalkan protokol kesehatan yang sudah dijadikan bagian dari aturan pelaksanaan Pilkada.

“Sahabat-sahabat sekalian harus menjadi contoh dilingkungannya bagaimana pilkada ini tidak meninggalkan protokol kesehatan. Kasih contoh bagaimana menggunakan masker, bagaimana cuci tangan, menjaga jarak,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua PC Ansor Kabupaten Sukabumi Farhan Zayyid mengatakan, kader Ansor dan Banser siap melaksanakan segala arahan dalam Apel Kebangsaan tersebut, diantaranya menjaga keutuhan NKRI, persatuan dan menjaga para kiai dari Covid-19. Kemudian menerapkan protokol kesehatan.

“Kader Ansor dan Bansor akan selalu berada paling depan jaga NKRI dan menjaga kesatuan dan persatuan dan menjaga para kiai kita. Tadi disinggung, kita kader Ansor dan Banser harus menjadi pionir, menjadi contoh bagi masyarakat untuk mengikuti protokol kesehatan dalam,” pungkasnya. (upi/rs)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *