Gara-gara Curi 6 Tandan Pisang, Calon Pengantin Pria di Cikembar Sukabumi Diamankan Warga 

Kasus Pencurian
Ilustrasi Kasus Pencurian

SUKABUMI — Gara-gara Curi 6 Tandan Pisang seorang pemuda berinisial IR (22) warga Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar yang merupakan Calon Pengantin ditangkap warga.

Pemuda tersebut ketangkap  basah oleh warga karena melakukan aksi pencurian 6 buah tandan pisang di kebun milik warga Kampung Cigarung, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Cikembar, Resor Sukabumi AKP Teddy Slamet melalui Kanit Reskrim Polsek Cikembar, Aipda Kiki Sukirman kepada Radar Sukabumi mengatakan, peristiwa pencurian pisang yang dilakukan IR tersebut, terjadi pada Jumat (07/06) sekira pukul 13.30 WIB.

“Iya, benar ada kejadian pencurian pohon pisang yang dilakukan IR di kebun milik M (49). Untuk issu terduga pelaku merupakan calon pengantin pria, itu benar. Bahkan, terduga pelaku rencananya akan menikah dengan pacarnya pada hari ini, Selasa 11 Juni 2024 di wilayah Kecamatan Sukaraja,” kata Kiki kepada Radar Sukabumi pada Selasa (11/06).

Aksi pencurian buah pisang tersebut, sambung Kiki, bermula saat pemilik kebun hendak memotong pohon pisang untuk diambil buahnya di kebun miliknya. Sewaktu, M hendak memotong pohon pisang, ia melihat terdug pelaku berada di kebunnya dengan tingkah dan prilaku yang mencurigakan.

“Nah, saat dihampiri terduga pelaku itu melarikan diri,” paparnya.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, IR telah mendatangi kebun pohon pisang milik M dengan mengendarai sepeda motor grandong atau motor yang sudah dimodifikasi untuk mengangkut hasil pertanian.

“Jadi, waktu terduga pelaku kabur. Pemilik kebun ini, melihat motor milik pelaku yang mengangkut 6 buah tandan pisang miliknya yang tengah terparkir di sekitaran kebun milik terlapor,” bebernya.

Selang berapa hari pasca IR melakukan aksi pencurian, sambung Kiki, terduga pelaku akhirnya berhasil ditangkap warga di rumah calon pengantin istrinya yang berada di wilayah Kecamatan Sukaraja pada Minggu (09/06). Setelah itu, terduga pelaku langsung digiring warga ke kantor Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar.

“Untuk menghindari amukan massa, petugas kami langsung mengamankan terduga pelaku ke Mapolsek Cikembar, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” paparnya.

Saat dilakukan introgasi, kata Kiki, terduga pelaku mengakui telah melakukan perbuatan aksi penucurian buah pisang dengan cara menebang pohon dan mengambil buahnya.

“Akibatnya, pemilik kebun mengaku telah mengamali kerugian materil hingga Rp1,5 juta,” timpalnya.

Pihaknya menambahkan, setelah dilakukan pemeriksaan, terlapor berinisial M yang merupakan pemilik kebun pisang, telah mencabut laporannya, sehingga perkara kasus aksi pencurian pisang tersebut, berakhir dengan kekeluargaan atau Restorative Justice (RJ). Hal ini dilakukan, dikarenakan pihak terduga pelaku dan pelapor telah bersepakat, bahwa terduga pelaku akan mengembalikan kerugian milik terlapor.

“Karena, perkaranya berlangsung islah secara kekeluargaan. Maka, kami serahkan terduga pelaku itu kepada pihak keluarganya,” pungkasnya. (den/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *