Forkopimcam Kecamatan Cicurug Sukabumi Buru Obat Sirup Anak

Forkopimcam Kecamatan Cicurug
Petugas gabungan saat melakukan pemantauan terkait peredaran obat sirup yang mengandung Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG)

SUKABUMI – Forkopimcam Kecamatan Cicurug kembali melakukan pemantauan terkait peredaran obat sirup yang mengandung Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) di sejumlah apotek yang berada di wilayah Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Hal ini, sengaja mereka lakukan sebagai salah satu upaya mengantisipasi masih adanya penjualan obat sirup untuk anak yang menyebabkan penyakit gagal ginjal akut.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Cicurug Kompol Parlan mengatakan, operasi pemantauan peredaran obat untuk mencegah penjualan obat cair dan sirup pada anak dalam pencegahan peningkatan kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA).

“Untuk itu, kami bersama petugas gabungan dari TNI, Satpol PP telah melakukan pendampingan petugas Puskesmas Cicurug untuk memantau peredaran obat sirup yang mengandung Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) di sejumlah apotek yang berada di wilayah Kecamatan Cicurug,” kata Parlan kepada Radar Sukabumi pada Kamis (27/10).

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga memanfaatkan momentum tersebut dengan melakukan imbauan dan memastikan kepada pemilik apotek atau toko obat yang berada di wilayah hukum Polsek Cicurug untuk tidak memperjual belikan obat yang mengandung DEG dan EG serta melakukan pengecekan serta mendata ketersediaan obat sirup di apotek atau toko obat.

“Saya terus tidak hentihenti mengedukasi kepadamasyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih obat sirup untuk anak,” bebernya. Selain itu, dalam mengantisipasi terjadinya kasus gagal ginjal akut pada anak, Polsek Cicurug terus melakukan sosialisasi dan edukasi dalam pengendalian lima jenis obat-obatan yang sudah dinyatakan mengandung cemaran EG dan DEG untuk tidak diperjual belikan di masyarakat.

Termasuk obat-obatan sirup yang belum dinyatakan aman oleh pengumuman pemerintah berdasarkan peraturan perundang-undangan yang ada dan berlaku.

“Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), sudah merilis lima obat yang mengandung cemaran etilen glikol di luar ambang batas aman. Kandungan tersebut dicurigai sebagai penyebab gagal ginjal akut misterius di Indonesia.

Nah, untuk mengantisipasi terjadinya hal tersebut, kami mendapatkan instruksi dari Pak Kapolres Sukabumi untuk turut serta bergabung bersama petugas lainnya untuk memberikan edukasi dan memantau peredaran obat itu,” pungkasnya. (Den)

Forkopimcam Kecamatan Cicurug Sukabumi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *