SUKABUMI — Sejumlah fasilitas sarana penunjang di taman Bappeda yang berlokasi di jalan Komplek perkantoran Jajaway, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi menuai sorotan masyarakat.
Pasalnya kondisi taman terlihat banyak coretan pada bagian diding dan juga kerusakan pada beberapa bagian toilet taman yang berdekatan dengan kantor gedung DPRD Kabupaten Sukabumi tersebut.
“Iya banyak yang rusak, itu coretan juga seperti dibiarkan, padahal setiap hari ada petugas yang jaga taman ini, sepertinya yang melakukan vandalisme ini anak sekolah, tapi gak tahu juga siapa,” ujar Muhidin (39) warga Citepus kepada Radar Sukabumi. Selasa, (31/10).
“Taman ini bersih sebenarnya, hanya saja memang kondisi nya bikin gak nyaman itu coretan, lampu taman juga rusak, itu toiletnya juga pada rusak pintunya, atapnya,” imbuhnya.
Sementara itu saat di wawancara petugas kebersihan taman pada dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sukabumi Heriyanto mengakui taman Bappeda banyak coretan coretan pada bagian dindingnya bangunannya, tidak hanya di lokasi tersebut namun juga di beberapa lokasi taman yang ada di wilayah Palabuhanratu.
“Iya disana juga dekat sekolah di sekitar alun alun itu kemarin, saya bikin laporan ke kantor Perkim dan juga ke sekolah terdekat itu, akhirnya gak lama, paling dua mingguan baru ada pengecetan dari sekolah itu ngasih cat, yang ini taman Bappeda baru ada lagi, satu mingguan, sudah pusing, kesal tali mau bagaimana lagi, sudah dilaporkan ke pimpinan,” timpalnya.
“Iya memang disini ada personel Jatam (Jaga Taman) yang aturannya melakukan pengawasan dari pagi hingga malam dengan sistem shif tapi mungkin lengah atau bagaimana oknum oknum pelaku bisa melakukan aksi coret coretnya,” imbuhnya.
Heriyanto menduga, yang melakukan coret coret di dinding bangunan taman Bappeda merupakan anak sekolah, pasalnya tulisan tersebut seolah menunjukan kode kode nama kelompok anak sekolah, namun begitu hingga kini belum diketahui pelakunya.
“Diduga oleh anak sekolah kayanamah, tapi gak tahu oleh siapa, setiap hari ada pengawasan jaga taman, tapi mungkin lengah saja tapi belum efisien karena di shif,” jelasnya.
“Kedepan ini kayanya akan dilakukan pengecatan ulang dari dinas perkim, kalau ada perbaikan biasannya sekalian sama perbaikannya, kalau tidak ada, paling pengecetan ulang,” ucapnya.






