SIMPENAN – Dampak kemarau panjang mulai dirasakan sebagian masyarakat di Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, sejumlah kampung mengalami kesulitan air bersih.
Berdasarkan data dari kepala Desa Cidadap Deden Anta Nurman saat ini 4 lokasi kampung mengalami kesulitan air bersih sudah terjadi dalam beberapa bulan terakhir, sehingga pihaknya dalam beberapa waktu berupaya melakukan penanganan pemenuhan kebutuhan air bersih untuk masyarakat yang membutuhkan.
Dijelaskan Deden, dengan terjun langsung ke lapangan Ia melihat masyarakat di 4 kampung yang mengalami kekeringan saat ini memang membutuhkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya.
“Yang sangat membutuhkan, di kampung Ciawi, Binakarya, Citamiang, ini belum tersentuh, yang lain dari kemarin kami suport langsung saya salurkan bantuan air bersih,” ujar Deden kepada Radar Sukabumi.
“Insya Allah kami akan terus bergandeng tangan, ini sebagian ada yang mensuport ikut membantu salah satu perumahan yang ada di kecamatan Simpenan. Alhamdulillah dengan ikhlasnya memberikan air untuk masyarakat yang membutuhkan,” sambungnya.
Dijelaskan Deden, saking banyaknya masyarakat di desa Cidadap yang membutuhkan air bersih akibat kekeringan yang melanda, tim gabungan dari jajaran pemerintahan desa bersama pihak perumahan dalam penyaluran yang dilakukan sejak siang hari bisa hingga menjelang malam.
“Kalau untuk pertanian kebetulan pas waktu kemarin musim hujan terus kemarau nya agak kurang langsung ke panen kemarin itu, nah pas musim ini tidak ada yang menanam padi, terutama di kampung Cihurang dan Mariuk, tidak ada yang alami gagal panen karena memang tidak ada yang menananm padi,” terangnya.
“Jadi untuk kebutuhan air kalau untuk pertanian masih aman dikarena tidak menanam di musim kedua ini, kalau adapun itu masyarakat ngambil dari aliran sungai Cimandiri seperti di kampung Kawung Luwuk,” ucapnya.
Kondisi kekeringan, kata Deden tidak hanya warga yang terdampak kesulitan air bersih yang menjadi perhatiannya namun juga dengan kondisi cuaca panas dan kering rawan terjadi kebakaran, sehingga dalam setiap kesempatan baik kumpulan tingkat RT, pengajian rutinan di kampung masyarakat dihimbau untuk tidak sembarangan membakar sampah dan harus diawasi.
“Sebagaimana yang sudah terjadi beberapa waktu lalu, ada kebakaran lahan diduga dari puntung rokok dari yang membuka lahan untuk perkebunan, itu kita terus lakukan himbauan,” paparnya.
“Insya Allah tetap kita monitoring supaya tidak terjadi kebakaran apapun itu. Saat ini kita fokus untuk penyuplaian air bersih dulu karena ini sangat dibutuhkan masyarakat,” tandasnya. (Ndi)






