Meski pembersihan sementara cukup efektif, Asep menekankan perlunya solusi jangka panjang. Mengingat status jalan sebagai aset nasional, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk penanganan lebih lanjut, termasuk kemungkinan redesain sistem drainase.
“Kami akan dorong agar ada penanganan prioritas dari pusat karena ini menyangkut jalur nasional,” tegasnya.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Desa Parungkuda, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, BPD, hingga Karang Taruna. Asep berharap sinergi ini menjadi pemicu kesadaran warga untuk tidak lagi membuang sampah ke saluran air.
“Partisipasi warga sangat penting demi menjaga keselamatan pengguna jalan,” pungkasnya.(den/d)






