“Kami berharap Raperda ini tidak hanya berpihak pada investor, tetapi juga pada masyarakat. Dengan adanya investasi yang masuk, diharapkan dapat menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah,” tambah Bayu.
Lanjut Bayu, FGD yang digelar menjadi langkah strategis DPRD Kabupaten Sukabumi dalam merespons tantangan ekonomi global. Dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga asosiasi nantinya diharapkan Raperda tentang Insentif dan Kemudahan Investasi dapat menjadi instrumen efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Sukabumi.
“Ini menegaskan komitmen kami DPRD dan Pemda untuk terus berinovasi dalam menciptakan kebijakan yang pro-rakyat dan pro-investasi, demi masa depan ekonomi daerah yang lebih baik,” tandasnya. (ndi/d).





