DPRD Ingatkan Pemkab Sukabumi Perhatikan Kebutuhan Masyarakat

M Sodikin Sekretaris DPD PKS Kabupaten Sukabum
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi dari Partai PKS, Sodikin

SUKABUMI – Belum lama ini, Pemerintah Kabupaten Sukabumi memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara parsial. Sedikitnya 14 kecamatan yang dipilih dalam penerapan PSBB ini.

Pemkab Sukabumi berharap, diberlakukannya PSBB ini perkembangan virus corona di Kabupaten Sukabumi semakin menurun.

Bacaan Lainnya

Seperti diketahui, 14 kecamatan yang diberlakukan PSBB oleh Pemkab Sukabumi ini adalah Kecamatan Cisaat, Sukaraja, Sukalarang, Kebonpedes, Sukabumi, Cibadak, Gunungguruh, Cicantayan, Kadudampit, Cicurug, Cidahu, Parungkuda, Cikembar dan Kecamatan Palabuhanratu.

Meski PSBB ini berbeda jauh dengan karantina wilayah, dimana masyarakat masih bebas beraktifitas namun wajib menggunakan masker dan menjaga jarak.

“Usulan dan pemberlakuan PSBB ini tentu sudah melalui kajian. Makanya kami sebagai legislator sangat mendukung penuh,” ujar Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi dari Partai PKS, Sodikin kepada Radar Sukabumi.

Meskipun demikian, Sodikin mengingatkan kepada Pemkab Sukabumi agar memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat selama PSBB berlangsung, yakni 14 hari sejak Rabu (6/5/20) lalu.

“Jangan sampai kebijakan PSBB ini malah menyengsarakan masyarakat. Kegiatan masyarakat dibatasi, tapi kebutuhannya tidak diperhatikan. Ini kan jadi persoalan baru, tentunya kasihan masyarakat,” sambung Sodikin.

Sodikin menjelaskan alasannya mendukung PSBB Parsial di 14 wilayah Kabupaten Sukabumi. Salah satunya yang paling utama adalah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang hingga saat ini masih mewabah.

“Ini demi kepentingan bersama, memutus mata rantai penyebaran virus corona,” tutur Sodikin.

Politikus PKS ini kembali mengingatkan Pemkab Sukabumi agar memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat selama PSBB berlangsung. “Jangan sampai kebijakan PSBB ini menimbulkan masalah baru,” ulasnya.

Sodikin mengulas, 14 wilayah yang diberlakukan PSBB Parsial di Kabupaten Sukabumi adalah Kecamatan Cisaat, Sukaraja, Sukalarang, Kebonpedes, Sukabumi, Cibadak, Gunungguruh, Cicantayan, Kadudampit, Cicurug, Cidahu, Parungkuda, Cikembar, dan Kecamatan Palabuhanratu.

Meski PSBB berbeda jauh dengan karantina wilayah, dimana masyarakat masih bebas beraktifitas namun wajib menggunakan masker dan menjaga jarak, namun tetap saja, ia meminta Pemkab Sukabumi serius memperhatikan kebutuhan masyarakat.

“Akan ada banyak orang yang bertahan di rumah dan aktifitas ekonominya dibatasi. Kalau tidak disuplai, itukan jadi dzholim. Sedangkan kalau melihat bantuan dari pemerintah, saya rasa masih kurang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Selain dukungan, Sodikin juga melayangkan kritik terbuka kepada Pemkab Sukabumi. Yakni terkait masih minimnya sosilalisasi perihal PSBB. Sebab hingga sekarang ini masih banyak masyarakat yang bertanya tentang apa itu PSBB.

“Saya berharap, pemerintah terus melakukan sosialisasi dalam berbagai bentuk. Karena ini sifatnya parsial, paling tidak gugus tugas di wilayah masing-masing yang terus gencar melakukan sosialisasi,” tandasnya. (adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *