DPRD Kabupaten Sukabumi

Dewan Soroti Anggaran Refocusing Covid 19

SUKABUMI — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi, akan terus melakukan pengawasan yang ketat terhadap realokasi anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Sukabumi.

Program realokasi anggaran yang bersumber dari APBD ini, dikhawatirkan menjadi salah satu obyek penyimpangan. Sebab, pengelolaan keuangan daerah selama ini rawan terhadap penyalahgunaan.

Hal demikian disampaikan Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Jalil Abdillah usai melakukan dialog Redaksi Harian Pagi Radar Sukabumi bersama pengurus DPC PAN Kabupaten Sukabumi tentang Pilkada 2020 di Lantai III Gedung Radar Sukabumi, di Jalan Raya Selabintana, Kilometer 3,5, Kecamatan Sukabumi, belum lama ini.

“Di Kabupaten Sukabumi ini, sudah tiga kali melakulan refocusing anggaran dan hari kemarin refocusing dengan jumlah totalnya anggaran untuk Covid 19 di Kabupaten Sukabumi itu, sekitar Rp 300 miliar,” jelas Jalil kepada Radar Sukabumi, Kamis (9/7).

Anggaran refocusing tersebut, sambung Jalil, digunakan untuk penanganan virus corona atau Covid 19 di Kabupaten Sukabumi selama enam bulan, tepatnya dimulai semenjak pandemi Covid 19.

“Anggaran sebesar Rp300 miliar ini, peruntukannya untuk anggaran kesehatan, jaring pengaman sosial dan penguatan ekonomi. Jadi ada tiga sektor yang didasari untuk anggaran Covid 19,” paparnya.

Anggaran besar sampai ratusan miliar itu, sangat berpotensi sekali terhadap penyelewengan anggaran. Makanya, DPRD Kabupaten Sukabumi, termasuk dari fraksi PAN sangat ngotot untuk mendorong panitia khusus (Pansus) untuk mengatasi keadaan darurat dan bencana Covid-19 ini.

“Terlebih lagi saat ini menjelang pemilihan kepada daerah (Pilkada), tentu anggaran Covid itu tidak boleh di diselewengkan dan lainnya. Iya, takutnya nanti anggaran itu diselewengkan untuk modal kampanye. Tentu sangat berbahaya. ” timpalnya.

Fungsi pengawasan merupakan sebuah keharusan dan menjadi hal yang sangat penting serta utama untuk menghindari terjadinya penyelewengan anggaran.

“Makanya, kemarin kita melakukan Pansus bersama pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi yang dihadiri langsung oleh Bupati Sukabumi,” pungkasnya. (den/d)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button