Selain penyuluhan dan edukasi, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi kelompok, sesi tanya jawab, serta berbagi pengalaman antaranggota Paguyuban. Peserta mendapatkan informasi mendalam mengenai berbagai metode kontrasepsi pria, termasuk vasektomi, yang dinilai aman, efektif, dan minim risiko.
“Kami ingin membangun kesadaran bahwa pria juga memiliki peran strategis dalam menciptakan keluarga yang berkualitas,” tambahnya.
DPPKB berharap, melalui pembinaan ini, Paguyuban KB Pria dapat menjadi agen perubahan di masyarakat, mendorong pola pikir baru bahwa pria bukan hanya pencari nafkah, tetapi juga penentu arah pembangunan keluarga yang sehat dan harmonis.(den/d)






