DPKUKMDPPKB Kab SukabumiKABUPATEN SUKABUMI

DPPKB Pun Turut Bazar Ramadan

SUKABUMI – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi berkolaborasi dengan Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DPKUKM) menggelar bazar Ramadan di Kampung Cilubang, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan. Hal tersebut, merupakan tindak lanjut dari program DPPKB dalam upaya mensejahtrakan keluarga berencana (KB).

Kasi Advokasi Pergerakan Institusi Masyarakat, DPPKB Kabupaten Sukabumi, Syarifuddin menjelaskan, bazar Ramadan ini untuk mensukseskan program Kependudukan Keluarga Berencana Pembangunan Keluarga (KKBPK). “Ini sesuai dengan mandat dari Pak Bupati, bahwa seluruh dinas harus bekerjasama dengan DPPKB dalam menciptakan keluarga berencana,” jelas Syarifuddin kepada Radar Sukabumi melalui telepon selularnya, kemarin (19/5).

Untuk mewujudkan program KKBPK, sambung Syarifudin, maka Bupati Sukabumi beberapa waktu lalu telah menandatangani surat kerjasama antara DPPKB bersama sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Sukabumi. Diantaranya Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), DPKUKM, Disnakertrans, Kemenag dan instansi lainnya. “Jadi bazar Ramadan ini merupakan implementasi dari mandat Bupati Sukabumi untuk lebih meningkatkan sinergi antar sektor terkait dalam membangun bersama-sama dalam mempercepat perubahan sikap masyarakat Sukabumi agar lebih maju kearah yang lebih baik lagi,” bebernya.

Sementara itu, Camat Cicantayan, Sendi Apriadi mengatakan, bazar Ramadan ini sangat membantu kebutuhan masyarakat. Terlebih lagi, kebutuhan pokok masyarakat pada bulan suci Ramadan dan menjelang Idul Fitri sering terjadi peningkatan. “Untuk itu, saya ucapkan banyak terimakasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi yang sudah menggelar bazar Ramadan di wilayah ini,” katanya.

Produk yang dijual pada bazar Ramadan ini, sambung Sendi, mendapatkan sambutan antusias dari warga sekitar. Lantaran, harga kebutuhan pokok di jual dengan harga murah. “Seperti harga untuk 2 kilogram minyak goreng dan 2 kilogram gula pasir hanya dijual sebesar Rp28 ribu. Tentunya, hal ini meringankan beban masyarakat untuk membeli kebutuban poko yang mana harganya kerap melambung pada Ramadan,” pungkasnya.

(Den/d)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button