Dalam pelayanan serentak ini, jumlah akseptor KB di 10 kecamatan mencapai lebih dari 256 Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan 325 Non-MKJP. “Data ini masih akan terus diperbarui seiring bertambahnya jumlah akseptor,” kata Uus kepada Radar Sukabumi pada Minggu (01/03).
Menurut Uus, DPPKB Kabupaten Sukabumi telah melakukan pendekatan pelayanan KB di pasar tradisional dinilai efektif dan strategis dalam mendukung Program KB Nasional.
“Dengan mendekatkan layanan ke masyarakat, diharapkan partisipasi dalam program KB meningkat, sehingga berkontribusi pada kesehatan reproduksi dan kesejahteraan keluarga di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya. (den/d)






