KABUPATEN SUKABUMI

DP3A Kabupaten Sukabumi Sebut Fenomena Perkawinan Anak Masih Terjadi

×

DP3A Kabupaten Sukabumi Sebut Fenomena Perkawinan Anak Masih Terjadi

Sebarkan artikel ini
DIWAWANCARAI : Kadis DP3A Kabupaten Sukabumi, Eki saat diwawancarai Radar Sukabumi soal fenomena pernikahan anak.(FOTO : DENDI/RADAR SUKABUMI)
DIWAWANCARAI : Kadis DP3A Kabupaten Sukabumi, Eki saat diwawancarai Radar Sukabumi soal fenomena pernikahan anak.(FOTO : DENDI/RADAR SUKABUMI)

“Salah satunya kami sedang merancang Rencana Aksi Daerah untuk pencegahan perkawinan anak. Namun, kami tidak bisa bekerja sendiri dan membutuhkan komitmen serta kerja sama dari berbagai stakeholder lainnya,” bebernya.

Bank bjb Tandamata

Ketika disinggung mengenai dampak negatif terkait perkawinan anak ini. Ia menjawab, perkawinan anak ini sangat rentan. Mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga kesehatan anak yang melakukan perkawinan. Karena, reproduksi-nya dinilai belum siap.

“Sehingga anak yang menghasilkan atau melahirkan anak lagi, kan itu tidak baik. Dan nanti juga ini akan jadi masalah di kemudian hari. Apakah nanti anak itu akan jadi stunting, karena mental ibunya belum siap dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Sementara, untuk di bidang ekonominya bagi anak yang melakukan perkawinan tersebut, belum memiliki keahlian dan sebagainya. Sementara, pasca perkawina tersebut, anak ini harus menghidupi keluarganya dan mencari pekerjaan. “Nah, ini berpotensi alan terjadinya kemisikinan. Jadi, sangat rentan sekali perkawinan anak ini, karena bisa menjadi masalah dikemudian hari,” tukasnya.

“Kami berharap pencegahan perkawinan anak ini, harus di dukung oleh semua stakeholder. Sehingga perkawinan anak di Kabupaten Sukabumi tidak ada,” pungkasnya. (den/d)