“Iya, kami bersama petugas langsung ke RSUD Sekarwangi untuk bertemu pihak keluarga dan memantau kondisi korban. Ternyata, korban ada delapan orang, termasuk cucu dan tetangga. Namun, yang paling berat adalah ibu korban, Dedeh, dan anaknya, Angga, yang masih kelas 5 SD,” timpalnya.
Berdasarkan asessment di lapangan, kondisi Dedeh mengalami luka bakar 45 persen, sementara Angga sekitar 15 persen. Keduanya membutuhkan perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. “Korban lainnya masih bisa ditangani di RSUD Sekarwangi. Kami berkoordinasi dengan direktur rumah sakit agar perawatan dan biaya ambulans untuk korban di Sekarwangi digratiskan,” paparnya.
Namun, karena kasus ini tidak tercover BPJS, biaya perawatan di RSHS harus ditanggung secara umum. Untuk itu, DP3A bersama tim relawan, pihak kecamatan, dan Sentra Phalamartha berupaya mencari solusi. “Sebelumnya, memang korban ini dirawat di RS Sekarwangi Cibadak. Namun, karena lukanya cukup parah, akhirnya mereka dirujuk ke RSHS Bandung. Alhamdulillah,
Sentra Phalamartha siap membantu biaya operasi pertama di RSHS. Meski peran mereka sebenarnya lebih pada pemulihan pasca perawatan, kami berupaya agar ada jaminan lebih lanjut,” pungkasnya. (den/d)






