KABUPATEN SUKABUMI

DKUKUM : Koperasi Merah Putih  Siap Gerakkan Ekonomi Desa

×

DKUKUM : Koperasi Merah Putih  Siap Gerakkan Ekonomi Desa

Sebarkan artikel ini
Petugas DKUMKM Kabupaten Sukabumi, saat rapat bersama Ikatan Notaris Indonesia (INI), untuk percepatan badan hukum koperasi merah putih.
Petugas DKUMKM Kabupaten Sukabumi, saat rapat bersama Ikatan Notaris Indonesia (INI), untuk percepatan badan hukum koperasi merah putih.

Selain menjadi penopang ekonomi lokal, Sigit menekankan bahwa koperasi bisa menjadi sarana pemberdayaan masyarakat yang paling efektif, asal tumbuh dari kebutuhan dan inisiatif warga itu sendiri. Ia mengingatkan, koperasi bukan sekadar instrumen program, melainkan entitas yang harus punya jiwa kolektif, transparan, dan adaptif terhadap perubahan zaman, termasuk dalam pemanfaatan teknologi digital dan pemasaran online.

Bank bjb Tandamata

“Sekarang zaman sudah berubah. Koperasi tidak bisa lagi hanya mengandalkan sistem manual atau sekadar jual beli sembako. Harus berinovasi, misalnya menjual produk UMKM lokal lewat platform digital atau aplikasi desa,” katanya.

Untuk itu, pihaknya terus menggencarkan bimbingan teknis (bimtek) dan pelatihan manajemen koperasi bagi para pengurus koperasi Merah Putih di desa dan kelurahan. Pelatihan ini akan difokuskan pada penguatan tata kelola, laporan keuangan, strategi pemasaran, serta pemanfaatan digitalisasi dalam layanan koperasi.

“Program ini bukan proyek jangka pendek. Harus berkelanjutan. Kita ingin koperasi desa ini bisa jadi tulang punggung ekonomi warga, bukan sekadar formalitas,” imbuhnya.

Di akhir pernyataannya, Sigit mengajak semua pihak, mulai dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga generasi muda untuk terlibat aktif dalam membangun koperasi yang sehat dan kuat. Ia menyebut, program Koperasi Merah Putih hanya akan berhasil jika dijalankan secara inklusif dan kolaboratif.

“Kalau kita bisa membangun koperasi yang benar-benar milik warga, dijalankan secara profesional dan transparan, maka desa tidak hanya jadi tempat tinggal, tapi jadi pusat kemajuan ekonomi. Tapi kalau salah kelola, bisa jadi beban baru. Pilihannya ada di tangan kita bersama,” pungkasnya. (den/d)