Pelatihan tersebut awalnya ditargetkan untuk 15 peserta, namun ternyata mendapat antusiasme tinggi dari para siswa SLB. Tercatat, sebanyak 25 peserta ikut andil pada bagian dalam pelatihan tersebut.
“Kami melihat semangat luar biasa dari para siswa. Mereka sangat antusias dan berharap pelatihan semacam ini terus berlanjut. Karena bagaimanapun, anak-anak dengan kebutuhan khusus juga harus memiliki keterampilan yang dapat mereka gunakan baik di lingkungan sekolah maupun setelah lulus nanti,” tandasnya.
“Iya, melalui langkah-langkah ini, Disnakertrans berharap dapat terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, termasuk kelompok difabel, sebagai bagian penting dari Kabupaten Layak Anak yang inklusif dan berkeadilan,” pungkasnya. (den/d)






