Selain itu, jadwal libur sekolah diselaraskan dengan kebijakan Cuti Bersama Nasional agar agenda keluarga tetap terencana. Kebijakan ini menuai respons positif sebagai bentuk empati institusional. Dengan memangkas durasi belajar, sekolah memberi ruang bagi siswa untuk tetap fokus meski kondisi fisik berubah akibat puasa.
“Harapannya, pasca Ramadan nanti, siswa tidak hanya kembali dengan pengetahuan umum yang terjaga, tetapi juga dengan karakter yang lebih santun dan religius,” pungkas Deden.(den/d)






