Dalam sosialisasi tersebut, siswa diperkenalkan pada produk-produk asli Indonesia yang sudah merambah pasar internasional sebagai inspirasi. Selain itu, mereka juga dibekali tips menjadi konsumen cerdas, seperti teliti melihat legalitas dan kualitas produk sebelum membeli.
Pemilihan SMK Yashika sebagai lokasi sosialisasi merupakan bagian dari rangkaian kunjungan ke berbagai SMA/SMK di Kabupaten Sukabumi. Langkah ini dinilai strategis karena remaja adalah target utama perdagangan digital yang rentan terhadap tren produk impor.
Irwan berharap, melalui kegiatan ini para siswa dapat bertransformasi menjadi konsumen cerdas. “Harapannya, mereka bisa menjadi agen perubahan. Dengan memilih produk dalam negeri, mereka secara langsung ikut memperkuat struktur ekonomi bangsa kita sendiri,” pungkasnya.(ndi/d)




