KABUPATEN SUKABUMI

500 Manuskrip Ulama Pasundan Dipamerkan di Sunanulhuda Sukabumi

×

500 Manuskrip Ulama Pasundan Dipamerkan di Sunanulhuda Sukabumi

Sebarkan artikel ini
Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI, Dr. K.H. Basnang Said, meninjau Pameran Manuskrip Ulama Pasundan di Ponpes Sunanulhuda Cisaat, Sukabumi. Sebanyak 500 naskah kuno karya ulama Jawa Barat dipamerkan dalam rangkaian Haol Masyayikh 2026.

SUKABUMI – Pondok Pesantren (Ponpes) Sunanulhuda Cisaat, Sukabumi, bertransformasi menjadi pusat literasi Islam di Jawa Barat. Dalam rangkaian Haol Masyayikh 2026 yang berlangsung pada 25–30 Januari 2026, pesantren ini menggelar Pameran Manuskrip Ulama Pasundan, sebuah perhelatan perdana yang menghadirkan 500 naskah kuno karya ulama se-Jawa Barat.

Bank bjb Tandamata

Pameran ini bukan sekadar menampilkan kertas berusia ratusan tahun, melainkan upaya rekonstruksi sejarah pemikiran Islam di tanah Pasundan. Tradisi menulis (kitabah) para ulama terdahulu ditampilkan sebagai bukti kekayaan intelektual yang pernah berjaya di Nusantara.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI, Dr. K.H. Basnang Said, M.Ag., hadir dalam pembukaan acara. Ia menegaskan pentingnya pelestarian turats (khazanah klasik) sebagai cara menjaga sanad keilmuan agar tidak terputus.
“Ini sangat penting untuk mewariskan keilmuan yang diajarkan oleh para ulama kepada kita semua para santri,” ujarnya di hadapan tokoh agama dan akademisi.

Pameran ini semakin istimewa dengan adanya Seminar Turats Ulama Pasundan yang menghadirkan pakar filologi dunia, Prof. Dr. K.H. Oman Fathurrahman, M.Hum., serta peneliti muda Dr. Ginanjar Sya’ban, M.Hum.. Keduanya membedah kontribusi besar ulama Pasundan dalam jaringan ulama Nusantara bahkan dunia melalui karya tulis tangan mereka.