Lebih lanjut Dani menjelaskan, bahwa enumerator juga dituntut untuk menjalin hubungan baik dengan subjek penelitian, membangun kepercayaan, serta menjaga integritas data agar tidak terpengaruh oleh bias atau manipulasi.
Sebab itu, peningkatan kapasitas enumerator menjadi aspek penting dalam mendukung kebijakan berbasis data yang akurat bagi pengembangan sektor IKM di Kabupaten Sukabumi.
“Dengan adanya workshop ini, Disdagin berharap para operator kecamatan dapat lebih aktif dalam mendukung industri kecil dan menengah agar semakin maju dan berdaya saing,” pungkasnya. (den/d)






