Desa

Terdampak Covid-19, Program Kampung Ploris Desa Sudajaya Girang Mandeg

SUKABUMI – Program kampung florist di Desa Sudajaya Girang, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, mandeg karena adanya pandemi Covid-19. Akibatnya, program untuk mendongkrak sektor industri tanaman hias ini belum dapat launching.

Ketua Kelompok masyarakat (Pokmas), Kecamatan Sukabumi, Wahyudin mengatakan, pandemi Covid-19 ini cukup berimbas besar pada keberlangsungan program kampung florist yang sudah garap sejak 2019 lalu.

“Rencananya tahun ini sudah bisa launching, tapi karena situasinya tidak memungkinkan akhirnya kami tunda dulu,” kata Wahyudin kepada wartawan, belum lama ini.

Wahyudin menjelaskan, penundaan launching kampung florist ini sesuai dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam memutus mata rantai Covid-19. Selain itu, saat ini kendala pemasaran produk.

“Bisa saja di launching saat ini, tapi akibat pandemi Covid-19 ini kita akan kesulitan dalam memasarkan hasil produksi karena pasarnya belum normal. Baik pasar lokal maupun pasar internasional semua belum normal,” jelasnya.

Hingga saat ini, Wahyudi belum bisa memastikan kapan kampung florist dapat launching karena sampai saat ini masih menunggu keputusan pemerintah.

“Semuanya sudah siap, pembangunan sudah 100 persen bahkan rak-rak sebagai display utama yang berisi bermacam-macam tanaman hias sudah tertata di sepanjang jalan kampung florist. Kita masih menunggu kondisi sampai normal,” pungkasnya. (bam/d)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button