Sementara itu, Lima juga menyoroti adanya pertanyaan mengenai dana sumbangan untuk Praktik Kerja Lapangan (PKL) sebesar Rp1,5 juta. Namun, Lima mengaku masih akan mencari kebenaran informasi tersebut dengan mengunjungi sekolah langsung.
“Terkait sumbangan untuk PKL, saya belum mendapat informasi lengkap. Besok saya akan ke sekolah untuk memastikan apakah benar atau tidak,” tegasnya.
Mengenai langkah-langkah yang diambil oleh pihak dinas, Lima mengapresiasi langkah cepat kepala sekolah yang langsung memberikan penjelasan rinci terkait penggunaan dana sekolah. Namun, kedepan perlu adanya edukasi lebih lanjut kepada siswa mengenai alokasi dana agar mereka lebih memahami.
“Saya mengapresiasi kepala sekolah yang langsung menjelaskan penggunaan dana secara rinci. Namun, saya juga merasa anak-anak mungkin masih bingung dengan penjelasan soal BOS karena belum sepenuhnya memahami bagaimana mekanismenya,” papar Lima.
Lima juga menambahkan bahwa penting bagi para siswa untuk memahami cara menyampaikan aspirasi secara lebih elegan, seperti melalui perwakilan kelas atau OSIS, ketimbang menggelar demonstrasi.
“Anak-anak perlu belajar bahwa menyuarakan aspirasi bisa dilakukan dengan cara yang lebih baik. Misalnya, lewat perwakilan kelas atau OSIS,” tandasnya. (Ndi).






