Bukan hanya itu, sambung Agus, pasca pencemaran limbah ke sungai Cikaso itu, juga tidak sedikit hewan ternak milik warga setempat yang mengalami keracunan, setelah mandi dan meminum air dari sungai Cikaso.
“Kerbau saya juga sudah seminggu sakit. Seperti mencret dan perutnya kembung setelah mandi dan meminum air di sungai Cikaso. Iya, kalau buang air hajat juga kerbau saya keluarnya air. Ini tidak seperti biasanya,” paparnya.
Sementara itu, warga Kampung Cadas Ngampar, RT 23/06, Desa Neglasari, Kecamatan Lengkong, Amin Nursalim (32) menjelaskan, pasca sungai Cikaso tercemar oleh pengolahan limbah PT Clariant, saat ini warga di wilayah Desa Neglasari, khususnya di Kampung Cadas Ngampar, tidak berani memanfaatkan atau menggunakan air di sungai tersebut. “Kalau ada warga yang menggunakan air di sungai Cikaso, pasti malam harinya kelur bintik-bintik gatal di kulitnya. Saya saja, kalau malam pasti mandinya menggunakan air panas,” katanya.
Ia bersama warga lainnya berharap kepada pihak PT Clariant agar dapat segera bertanggungjawab terkait pengolahan limbahnya yang telah mencemari sungai Cikaso. “Saya berharap kepada pemrintah dan pihak terkait lainnya dapat menyelidiki terhadap PT Clariant agar tidak membuang limbahnya ke sungai Cikaso. Karena, sudah jelas dampaknya buruk sekali terhadap lingkungan dan ekosistem yang ada di sungai Cikaso,” pungkasnya. (Den/d)






