KABUPATEN SUKABUMI

Cegah Kenakalan Remaja, Koramil 0705 Sukabumi Gelar Pencak Silat PSHT

SUKABUMI – Koramil 0705 Kecamatan Sukabumi tak hanya di bidang keamanan dan ketertiban masyarakat. Di Desa Warnasari kompak menghidupkan kembali seni pencak silat yang dimotori Babinsa dan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), di Halaman Kantor Radar Sukabumi Desa warnasari , Kecamatan/Kabupaten  Sukabumi, Minggu (9/2/2020).

Ilmu penca silat ini merupakan warisan secara turun temurun oleh para leluhur. Zaman penjajahan dulu, anak-anak muda wajib mengusai ilmu bela diri. Sebagai bekal untuk merantau atau pertahanan diri jika diserang lawan.

Pencak silat Setia Hati didirikan oleh Ki Ngabehi Soeromihardjo (Eyang Suro) pada tahun 1903 di Kampoeng Tambak Gringsing, Surabaya. Sebelumnya aliran pencak silat ini bernama aliran Djojo Gendilo Tjipto Muljo. Kemudian Eyang Suro mendirikan perguruan silat bernama Persaudaraan Setia Hati di Desa Winongo, Madiun pada tahun 1917.

Pada mulanya, orang-orang mengenalnya dengan sebutan SH Panti, kediaman milik Eyang Suro inilah yang dijadikan sebagai tempat pendidikan pencak silat Setia Hati.

Di tahun 1922, sang pahlawan perintis kemerdekaan pada masa 1883 – 1952 yakni Ki Hadjar Hardjo Utomo mengembangkan ilmu pencak silat Setia Hati dengan nama Pencak Silat Club (PSC) yang kemudian berganti nama Setia Hati Muda (SHM). Atas izin Eyang Suro pada tahun 1948, organisasi pencak silat ini resmi dinamakan dengan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

Babinsa Desa Warnasari, Anggota Koramil 0705 Kecamatan Sukabumi, Eko Midiyanto menyampaikan,
latihan pencak silat ini untuk mengarahkan remaja menjadi atlet silat yang berbudi luhur tahu benar dan salah.

Sebagai Babinsa Desa setempat di bantu oleh para pelatih PSHT, Eko bertekat mendukung terwujudnya Desa Warnasari terbebas dari kenakalan remaja.

Menurutnya kegiatan ini selain sebagai olahraga fisik juga sebagai salah satu ajang silaturohim antar pelatih dan siswa dalam hal hal yang positif, “supaya anak remaja lebih banyak melakukan aktifitas atau kegiatan positif.”

Selain itu kecanduan gadget atau bermain game pada anak remaja belakangan menurutnya , menjadi keresahan tersendiri bagi orangtua.

Maka melalui latihan pencak silat ini, di hari Minggu pagi setidaknya ia berharap bisa mengurangi.

Karena selain latihan fisik, nanti juga akan diberikan arahan oleh pelatih dalam hal kerohanian. Pada Minggu (09/02) pagi merupakan latihan perdana yang diikuti puluhan siswa dengan harapan masih ada yang akan berminat untuk bergabung.

Di hari pertama latihan ternyata tidak hanya anak-anak saja, termasuk orang dewasa juga sangat antusias ingin berlatih silat dalam wadah organisasi PSHT.

Karena dalam latihan menurut Eko, akan banyak manfaat yang didapat selain badan sehat bisa menambah saudara dan bisa menjalin silaturahmi dengan banyak orang.

Babinsa Desa Warnasari Koramil 0705 Kecamatan Sukabumi dengan pelatih penca silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT)

(zenal)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button