Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, Bambang Widyantoro, menjelaskan fenomena penonaktifan terjadi secara nasional. Dari 11 juta peserta yang dinonaktifkan, mayoritas dianggap mengalami Naik Desil atau peningkatan status ekonomi berdasarkan data Kemensos dan BPS. Namun, di lapangan ditemukan anomali: warga yang masih membutuhkan bantuan justru tereliminasi. “Inilah yang sedang kita perbaiki melalui reaktivasi,” jelas Bambang.
Untuk meminimalisir kesalahan, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sukabumi menerapkan standar ketat dalam groundcheck tahap II.(*)






