SUKABUMI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi terus menggencarkan program mitigasi bencana di satuan pendidikan. Terbaru, ratusan siswa dan tenaga pengajar di SD Muhammad Al-Unaizy mendapatkan pembekalan intensif mengenai kesiapsiagaan gempa bumi, Kamis (5/2/2026).
Langkah ini diambil mengingat Kabupaten Sukabumi secara geografis berada di zona rawan bencana geologi. Edukasi sejak dini dianggap sebagai kunci utama untuk menekan risiko korban jiwa saat keadaan darurat terjadi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki, menegaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat paling aman sekaligus tangguh menghadapi bencana.
“Kami tidak ingin kesiapsiagaan hanya menjadi teori di atas kertas. Melalui simulasi ini, kami melatih insting siswa agar tidak panik dan mampu melakukan evakuasi mandiri dengan tenang serta tepat sasaran,” ujarnya, Minggu (8/2/2026).
Kegiatan dimulai dengan pemberian materi di kelas oleh tim BPBD yang dipimpin Adi Janwar Priadi bersama sejumlah personel ahli, termasuk psikolog Hening Rahmadina untuk penguatan mental siswa. Materi mencakup pemahaman dasar mengenai fenomena gempa bumi.
Setelah itu, alarm darurat disimulasikan. Para siswa sigap mempraktikkan teknik perlindungan diri, mulai dari berlindung di bawah meja hingga melindungi kepala dengan tas atau tangan. Seluruh warga sekolah kemudian dimobilisasi menuju titik kumpul melalui jalur evakuasi yang telah ditentukan.
BPBD juga melakukan evaluasi teknis terhadap prosedur evakuasi, mencakup ketepatan waktu, efektivitas rambu penunjuk arah, hingga kesiapan titik kumpul.






