SUKABUMI — Suasana penuh semangat mewarnai Kampung Salajambu, Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, saat para petani menikmati panen perdana jagung manis yang melimpah. Program pertanian berbasis koperasi yang digagas Koperasi Desa Merah Putih ini berhasil mencetak hasil luar biasa berkat penggunaan pupuk cair organik Bios 44.
Jagung manis ditanam di atas lahan milik pemerintah desa dan menjadi simbol kebangkitan pertanian lokal. Salah satu petani, Jajang (42), mengungkapkan bahwa hasil panen kali ini mencapai 3 ton, meningkat signifikan dari panen sebelumnya yang hanya sekitar 2,1 ton.
“Ini panen perdana program koperasi desa, alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan. Kami panen sampai 3 ton, padahal sebelumnya hanya sekitar dua ton lebih sedikit,” ujar Jajang, Jumat (18/7/2025).
Jajang menjelaskan bahwa peningkatan hasil ini tak lepas dari penggunaan Bios 44 sejak awal masa tanam. Pupuk organik tersebut mempercepat masa tanam dari tiga bulan menjadi hanya 1,5 hingga 2 bulan, dengan hasil yang lebih baik.
“Jagungnya besar-besar, isinya padat sampai ke ujung. Warga yang lihat juga kaget karena hasilnya sangat bagus, apalagi ini panen pertama,” tambahnya.
Selain kuantitas, kualitas jagung juga meningkat. Tongkol lebih besar, biji padat, dan rasa lebih manis. Dengan kualitas unggul, harga jual jagung diprediksi lebih tinggi dan menarik minat pasar.




