Bencana Alam Kabupaten Sukabumi Periode Mei 2024, Didominasi Angin dan Longsor

Bencana Alam Kabupaten Sukabumi
Petugas BPBD Kabupaten Sukabumi, saat asessment bencana longsor

SUKABUMI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, mengklaim puluhan bencana alam yang menerjang wilayah terluas ke dua se Pulau Jawa dan Bali, telah menelan jumlah kerugian materil hingga mencapai ratuhan juta rupiah.

Koordinator Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna kepada Radar Sukabumi mengatakan, berdasarkan data yang tercatat dari info grafis kejadian bencana BPBD Kabupaten Sukabumi periode Mei 2024, terdapat 35 kejadian bencana alam.

Bacaan Lainnya

“Dari puluhan bencana alam yang terjadi sepanjang Mei 2024 itu, teridiri dari 22 kejadian tanah longsor, 4 banjir, 6 angin kencang, 1 gempa bumi dan bencana jenis lainnya 2 kali kejadian,” kata Daeng kepada Radar Sukabumi pada Senin (17/06).

Lebih lanjut ia menjelaskan, dari semua jenis bencana alam ini, bencana tanah longsor merupakan jenis bencana yang mendominasi di Kabupaten Sukabumi sepanjang periode Mei tahun 2024.

35 kejadian bencana alam ini, telah menerjang sebanyak 16 kecamatan yang tersebar di wilayah Kabupaten Sukabumi. Yakni, Kecamatan Cikidang, Cikembar, Parungkuda, Gegerbitung, Caringin, Sukabumi, Jampangkulon, Nagrak, Cisaat, Gunungguruh, Cidadap, Cibadak, Kadudampit, Nyalindung, Kabandungan dan Kecamatan Parakansalak.

“Dampak dari kejadian bencana itu, menyebabkan 27 KK dan 89 jiwa menderita, 7 KK dan 16 jiwa mengungsi, 9 KK dan 34 jiwa terancam, 1 jiwa meninggal dunia dan 1 jiwa luka-luka,” tandasnya.

“Satu korban yang meninggal dunia ini, karena tertimbun material longsor tebing di salah satu Ponpes yang ada di wilayah Desa Cipetir, Kecamatan Kadudampit,” tukasnya.

Berdasarkan asessment petugas dilapangan, bencana alam yang terjadi selama bulan Mei 2024 itu, telah menyebabkan kerusakan rumah sebanyak 36 unit. Ini terdiri dari 22 rumah rusak ringan, 9 unit rusak sedang, 5 unit rusak berat, 6 rumah terancam.

“Selain itu, bencana ini juga menyebabkan 19 unit fasum dan fasos rusak. Sementara, untuk jumlah kerugian materilnya mencapai Rp740.000.000,” pungkasnya. (Den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *