KABUPATEN SUKABUMI

Baznas ‘Pending’ Bantu Karyawan

×

Baznas ‘Pending’ Bantu Karyawan

Sebarkan artikel ini
FT: BAMBANG/RADARSUKABUMI DIWAWANCARA: Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi, Ruyani saat diwawancara Radar Sukabumi di ruang kerjanya, kemarin (3/7).

CISAAT, RADARSUKABUMI.com- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sukabumi menghentikan sementara program membebaskan karyawan dari rentenir. Alasannya, anggaran yang tersedia saat ini sangat sangat minim dan tidak bisa mengcover usulan yang masuk. “Iya, untuk sementara ini kami tunda dulu. Karena anggarannya sangat minim,” ujar Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi, Ruyani kepada Radar Sukabumi, kemarin (3/7).

Ruyani mengaku, sesaat Baznas meluncurkan program pembebasan karyawan dari jeratan rentenir, banyak karyawan yang mengusulkan program itu. Ini karena, dengan program tersebut para karyawan bisa hidup tenang dan tidak lagi terjerat pada perangkap rentenir. “Oh banyak yang mengusulkan, sehingga kami kewalahan. Kewalahan kami ini karena anggarannya yang sangat terbatas. Kedepan, kami akan optimalkan supaya program ini bisa kembali berjalan,” imbuhnya.

Bank bjb Tandamata

Menurut Ruyani, Baznas sejak Januari hingga Mei 2019 berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp6,2 miliar. Rinciannya, pada Januari Rp832.487.895, Feruari Rp1.077.873.753, Maret Rp1.174.415.821, April Rp1.210.935.510 dan Mei Rp1.943.087.160. “Alhamdulillah, kalau melihat data yang ada setiap bulannya penghasilan zakat dan infak mengalami peningkatan. Namun data untuk Juni kemarin, belum direkap semuanya,” akunya.

Ruyani menyebutkan, Baznas Kabupaten Sukabumi pada tahun ini menargetkan penghasilan zakat dan infak sebesar Rp80 miliar, sedangkan pada tahun sebelumnya hanya Rp50 miliar. “Memang setiap tahunnya, target penghasilan ini terus bertambah. Ya, meskipun pencapayannya tidak seratus persen. Tapi kami yakin, pada tahun ini bisa mencapai target,” paparnya.

Sebab itu, kini Baznas tak hentinya selain menggencarkan sosialisasi juga meluncurkan berbagai program demi meningkatkan penghasilan zakat dan infak. Misalnya saja, menggandeng minimarket dan lain sebagainya. “Kami sudah menyiapkan kotak amal disetiap minimarket untuk memudahkan masyarakat yang hendak menyalurkan infaknya,” tandasnya.

Sementara itu, Dalam menyalurkan dana zakat yang sudah dihimpun tersebut, Baznas menyalurkannya dalam berbagai bentuk pemanfaatan dan berbagai inovasi. Semisal, dalam bentuk penyaluran bantuan bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan dan sosial. “Memang banyak bentuk penyaluran ZIS ini, bukan hanya masyarakat miskin tapi juga membantu korban bencana dan lain sebagainya,” imbuhnya. (bam/d)