KABUPATEN SUKABUMI

Bantuan Rp10 Juta Disiapkan untuk Warga Terdampak Banjir Simpenan

×

Bantuan Rp10 Juta Disiapkan untuk Warga Terdampak Banjir Simpenan

Sebarkan artikel ini
FOTO: Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sukabumi, Boyke Martadinata.
FOTO: Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sukabumi, Boyke Martadinata.

SUKABUMI – Harapan warga Babakan Cisarua, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, yang terdampak banjir bandang beberapa waktu lalu mulai menemukan titik terang.

Bank bjb Tandamata

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) turun langsung melakukan verifikasi dan validasi data korban bencana alam yang selama ini belum tertangani secara menyeluruh. Langkah tersebut mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sukabumi, Boyke Martadinata, menegaskan bahwa verifikasi ini merupakan tindak lanjut atas bencana banjir bandang yang melanda Simpenan pada Desember 2024 dan kembali terjadi pada Maret 2025.

Menurut Boyke, kondisi cuaca ekstrem masih sulit diprediksi sehingga penanganan bencana harus dilakukan bertahap dan melibatkan semua pihak sesuai kewenangan masing-masing.

“Bencana ini belum sepenuhnya tertangani. Karena itu, kami berharap kehadiran DPMD Provinsi Jawa Barat dapat menjadi jawaban atas harapan masyarakat. Meskipun tidak semua kebutuhan bisa langsung terpenuhi, setidaknya kita sudah berikhtiar bersama untuk membantu warga terdampak,” ujarnya.

Boyke menjelaskan, pertemuan antara Pemkab Sukabumi dan DPMD Jabar menjadi forum strategis untuk menyepakati data dan kebutuhan yang akan disampaikan ke tingkat provinsi. Akurasi data desa dan kecamatan, menurutnya, menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran.

Dalam kesempatan itu, Boyke mengungkapkan salah satu bentuk bantuan yang tengah diverifikasi adalah bagi warga yang rumahnya tidak lagi layak huni. Mereka rencananya akan menerima bantuan sementara sebesar Rp10 juta.

“Bantuan ini dimaksudkan agar warga bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak terlebih dahulu, sambil menunggu solusi hunian tetap yang akan dipikirkan bersama ke depannya,” jelasnya.

Namun, proses pendataan belum sepenuhnya rampung. Dari tujuh desa terdampak, baru empat desa yang dapat menyampaikan data secara administratif. Tiga desa lainnya masih terkendala akses akibat jalur longsor yang belum pulih.

Boyke menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jabar atas perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana.