“Iya hari ini cuaca tidak menentu, terjadi panas, kadang kadang hujan, hujan cukup deras tanah kering itu cepat tergerus,” paparnya.
“Juga sampag jangan dibuang sembarangan, karena bisa mengakibatkan sampah sampah menumpuk dan disaluran yang sudah mengecil, dan jika saluran air sudah menyempit segera lakukan gotong royong untuk memperbearnya, dan memperlancar saluran air,” imbuhnya.
Sementara itu pengawas lapangan ruas jalan nasional di PPK 2.1 Satuan Kerja PJN Wilayah II Provinsi Jawa Barat Agus Warso menambahkan tebing tergerus longsor atau amblas memiliki panjang sekitar 8 meter dan ketinggian sekitar 4 meter serta lebar 1-2 meter.
“Mungkin ini kita sebut ke amblas karena ini posisinya ada di bawah bahu jalan, jadi posisi bahu jalan itu tergerus. Karena kemarin kondisi curah hujan sangat tinggi dari sore hingga malam, jadi pagi ini dapat informasi bahwa ada longsoran atau amblasan bahu jalan tepat di depan pom bensin parungkuda ini,” timpalnya.
“Penanganan saat ini, sementara kita proteksi dulu dengan menggunakan sand back sama cerucup, jadi untuk menahan kalaupun nanti ada curah hujan lagi kita sudah ada tahanan untuk amblasannya, nanti lanjutnya kami pasang terpal biar tidak tergerus lagi tanahnya,” sambungnya. (ndi/d).






