Menurut penelitian, megathrust Selat Sunda memiliki periode ulang sekitar 297 tahun, dan hingga saat ini belum terjadi gempa besar yang merusak maupun tsunami di wilayah tersebut selama kurun waktu tersebut.
“Kami dari BMKG merasa penting untuk menginformasikan kepada masyarakat mengenai potensi gempa besar ini. Masyarakat harus mengetahui bahwa ada potensi gempa di wilayah ini, namun tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa,” papar Agung.
“Dengan adanya informasi dari BMKG ini, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada namun tetap tenang dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” ucapnya.
Masih kata Agung, setiap daerah itu memiliki karakteristik tsunami dan gempa yang beda-beda, tergantung semakin mendekat dengan pusat gempanya justru semakin besar tingkat kerusakannya, sedangkan tsunami semakin karakteristik pesisir pantai yang landai itu justru juga masukan ke daratan tsunaminya itu lebih jauh.
“Tapi kalau memiliki karakteristik yang curam itu justru hanya akan habis di sekitar bibir pantainya, jadi masing-masing tempat memiliki karakteristik yang beda-beda,” paparnya.
Lebih jauh, Agung mengatakan adapun ciri ciri akan terjadi bencana tsunami secara teknologi memang sudah terdapat alat, dan di Palabuhanratu kabupaten sendiri sudah ada 3 sirine rekayasa, nantinya jika potensi tsunami terjadi dari BPBD akan memencet tombol untuk melakukan evakuasi.
“Kita ada 3 alat, di SDKP, di Citepus, jadi pantai-pantai yang ada di Palabuhanratu, nah itu nanti sirinenya akan berbunyi. Jadi kan sempet sebelumnya saya infokan juga evakuasi mandiri, jadi evakuasi mandiri itu bila dirasakan yang pertama getaran gempanya cukup kuat dan lama itu kalau bisa untuk segera melakukan evakuasi mandiri,” tegasnya.
“Yang kedua itu tiba-tiba air menjadi surut, itu sebenarnya justru jangan mendekati pantai, kadang-kadang ada ikan di pesisir pantainya itu kita jangan mengambilnya, justru itu adalah tanda alam kalau akan terjadinya tsunami,” sambungnya.
Dan tanda alam ketiga kata Agung lagi setelah beberapa menit terjadi gempa, tiba-tiba masyarakat melihat ke arah laut terlihat seperti tembok hitam besar, maka itu pertanda tsunami.
“Karena kan dorongan tsunami itu agak tinggi seperti tembok besar sudah mengarah ke kita itu adalah tanda tsunami. Terkahir, bau dari garam itu akan menyengat karena tadi surut, ini kan garamnya akan menyengat, itu salah satu tanda-tanda akan terjadi tsunami,” tandasnya. (Ndi)






