Ancaman Bencana di Sukabumi Didepan Mata

  • Whatsapp
Apel gabungan kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam di wilayah Sukabumi, yang dilaksanakan di Lapang Pajajaran, Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Jumat (23/10/2020).

SUKABUMI – Kabupaten Sukabumi dihadapkan pada potensi curah hujan tinggi akibat fenomena La Nina dalam waktu yang dekat. Berbagai ancaman bencana yang di akibatkan oleh curah hujan tinggi mengancam Kabupaten Sukabumi.

Maka dari itu, sejumlah personel gabungan mulai dari, TNI /Polri, Satpol PP, BPBD, Basarnas, Muspika, Pramuka, Relawan ACT dan unsur terkait lainnya memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi fenomena ini.

Bacaan Lainnya

Dandim 0607 Sukabumi Letkol Inf, Danang Prasetyo Wibowo menerangkan, fenomena alam la nina yang berakibat pada tingginya curah hujan diprediksi terjadi di Kabupaten Sukabumi. Maka dari, berbagai langkah mulai dari pencegahan, mitigasi maupun penanggulangan bencana alam harus dipersiapkan.

“TNI serta Polri siap membantu pemerintah daerah dalam pencegahan, mitigasi maupun penanggulangan bencana alam yang mungkin terjadi dengan mengerahkan personel berikut peralatannya, sesuai dengan amanah Undang-undang nomor 34 tahun 2004 tentang TNI khususnya Bab IV pasal 7 tentang tugas pokok TNI dalam operasi militer selain perang,” terangnya usai menggelar apel kesiapsiagaan di Lapangan Pajajaran, Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Jumat (23/10).

Salah satu upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana ini, pihaknya tengah menginventarisir personil maupun peralatan. Sehingga, jika terjadi bencana telah siap. Menurutnya, Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu wilayah dengan potensi bencana yang cukup tinggi.

“Sangat riskan ya, karena kita punya laut pantai dan pegunungan, kalo saya lihat peta patahan dari BNPB, Sukabumi itu terlewati patahan sehingga ada potensi besar bencana, meski kita tidak tahu kapan terjadinya,” terangnya.

Danang Prasetyo Wibowo menyebut, di tahun 2020 ini telah terjadi sedikitnya 93 kasus bencana alam meliputi 33 bencana alam tanah longsor, 33 terjadi pergeseran tanah, 5 banjir, 11 kebakaran dan 11 bencana lainnya.

“Dengan curah hujan tinggi kami fokuskan di lokasi wilayah ketinggian, seperti Nagrak, Salabintana, jajaran Kaki Gunung Salak wilayah Sukabumi Selatan, Cicurug, kawasan Gunung Walat, Parungkuda, disana personel disiapsiagakan,” sebutnya.

Peringatan dini, lanjut Danang, telah dilakukan melalui sosialisasi. Bahkan, setiap koramil dan kecamatan masing-masing sudah mulai melakukan rapat untuk menginventarisir SDM, peralatan dan lokasi evakuasi apabila terjadi bencana.

“TNI telah menyiapkan strategi dalam penanggulangan serta tanggap bencana, guna meminimalisir kemungkinan yang akan terjadi akibat bencana,” pungkasnya. (upi/d)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *