Makan Bergizi Gratis akan menyasar terhadap 4 target utama yakni pelajar, ibu hamil, ibu menyusui serta balita sehingga gizinya terpenuhi. Namun bukan hanya itu saja, MBG juga dapat mengangkat perekonomian masyarakat.
“Perlu diketahui bahwa satu dapur (SPPG) bisa menyerap pekerja sekitar 45-50 orang. Selain pekerja yang di dapur, rentetan ekonomi bukan hanya di dapur, tapi ekosistem ekonomi juga bergerak di masyarakat sekitar SPPG melalui jual beli bahan baku untuk menu makanan SPPG, sehingga terjadinya peningkatan perekonomian lokal,’ jelas Zainul.
“Bahan baku bisa berasal langsung dari petani, peternak ataupun nelayan, tapi juga para petani, peternak dan nelayan melalui koperasi maupun Bumdes,’ tutup Zainul Munasichin.
Berdasarkan data BGN, per 22 Januari 2025 lalu sudah terbentuk 245 Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG yang tersebar di 38 provinsi. Dengan begitu Badan Gizi Nasional secara bertahap akan mendirikan 30 ribu Dapur MBG di seluruh Indonesia.(*)






