Alasan Corona, Proyek Dermaga Sukabumi Molor

  • Whatsapp
Lokas Dermaga Regional Palabuhanratu di Pantai Karangsari Desa Citepus Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi

SUKABUMI – Pembangunan pelabuhan regional Pelabuhan Laut Pengumpan Regional (PLPR) ditargetkan harus selesai dan beroperasi jadi penyeberangan kapal laut di Pantai Selatan Pelabuhanratu persisnya di Jalan Tenjoresmi, Kampung Gunungbutak, Desa Citepus, Kecamatan Pelabuhanratu, pada 2026 mendatang.

Kabid Perhubungan Laut dan Angkutan Sungai dan Danau Penyebrangan (Hubla ASDP) pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi, Endang Badri mengatakan, potensi laut di Kabupaten Sukabumi terdapat teluk Palabuhanratu yang merupakan teluk terpanjang yang ada di selatan Pulau Jawa dan Bali dengan garis pantai sepanjang 117 kilometer dengan luas sekitar 3.935 kilometer serta kedalaman rata-rata 40 meter.

Bacaan Lainnya

Untuk pembangunan trasportasi laut karena wilayah Kabupaten Sukabumi itu berada di wilayah pesisir lautan lepasan Selatan Sukabumi, maka terdapat beberapa pelabuhan yang menjadi perhatian pemerintah.

Namun yang dibangun oleh Kementrian Perhubungan itu, hanya ada Dermaga Regional Palabuhanratu yang menjadi perhatian pemerintah pusat.

“Saat ini, Dermaga Regional Palabuhanratu sedang dalam proses pembangunan. Prosesnya baru sampai pembangunan sisi laut,” kata Endang kepada Radar Sukabumi.

Berdasarkan hasil dari rapat koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, sambung Endang, pembanguan Dermaga Regional Palabuhanratu ini ditargetkan harus sudah selesai dan dimanfaatkan pada tahun 2026 mendatang.

“Iya, kalau sekarang tinggal bagaimana melanjutkan yang sudah dibangun. Kalau melihat kondisi sekarang, pembangunan deramaga pada sisi laut sudah selesai. Tinggal sisi daratnya yang sedang di usulkan untuk kembali dilanjutkan pembangunannya,” paparnya.

Pembangunan sisi laut untuk Dermaga Regional Palabuhanratu ini, ujar Endang, telah dimulai pada tahun 2015 lalu. Namun, hingga saat ini baru menyelesaikan sektor pembangunan sisi lautnya saja.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *