Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman mengungkapkan terdapat tiga kecamatan yang terdampak bencana, yakni Kecamatan Palabuhanratu, Kecamatan Simpenan, dan Kecamatan Lengkong, dan berdasarkan data yang baru terhimpun saat ini, terdapat 17 desa yang terdampak bencana di tiga kecamatan tersebut.
Bencana yang terjadi, lanjut Ade meliputi 11 titik tanah longsor, 17 titik banjir, serta kerusakan pada 36 jembatan, 10 tembok penahan tanah (TPT), 8 saluran air, 20 tempat ibadah, 8 sekolah, dan 1 bangunan lainnya. Selain itu, bencana ini berdampak pada 4.837 kepala keluarga dengan 8.244 Jiwa, serta sebanyak 6 orang dilaporkan meninggal dunia, 2 orang mengalami luka-luka, dan 3 orang masih dalam pencarian.
“Rapat koordinasi ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana penanganan bencana yang telah dilakukan, fokus kita kondisi terkini di wilayah Palabuhanratu, Simpenan, dan Lengkong,” timpal Ade.
Menurut Ade, rapat evaluasi terkait perpanjangan masa tanggap darurat tersebut untuk menentukan masa perpanjangan tanggap darurat di tiga kecamatan yaitu, Kecamatan Palabuhanratu, Kecamatan Simpenan, dan Kecamatan Lengkong.
“Mudah mudahan semua data segera terkumpul, dan penanganan pasca bencana dapat segera, serta kejadian serupa tidak terulang di masa depan,” tandasnya. (ndi/d)






