Aksi Peduli Pendidikan Kalapanunggal Tak Berdasar

Kepala SMK Nuurul Bayan H Deden Saepudin

SUKABUMI — Banyaknya kabar beredar tentang ajakan tentang melakukan aksi peduli pendidikan ditengah pandemi corona dipandang tidak berdasar dan tepat, pasalnya jikapun itu tetap dilakukan harusnya ke Dinas Pendidikan bukan ke salah satu sekolah yang ada di Kelapanunggal dalam hal ini SMK Nuurul Bayan. Kepala SMK Nuurul Bayan H Deden Saepudin merasa aneh jika terjadi demo yang direncanakan pada Kamis mendatang.

“Tentang rencana itu, Pertama, Saya menghargai dan menanggapi positif rencana aksi tersebut, jadi silahkan saja aksi, bagi saya tidak ada masalah. Namun, ada yang aneh, salah satu tuntutan aksi demo ini kan mencabut izin operasional SMK Nuurul Bayan, kenapa begitu harusnya. Kenapa aksinya tidak ke dinas Pendidikan saja, “terangnya Senin (18/05).

Bacaan Lainnya

Kemudian adanya tagar Masyakat Melawan membuat dirinya heran, karena dalam sejarah pergerakan di manapun kalau masyarakat atau rakyat yang melawan dalam bentuk sebuah aksi unjuk rasa seharusnya yang di lawan penguasa dzolim karena kebijakannya, atau pengusaha serakah karena perusahaannya. Tapi ini yang mau di lawan Cuma seorang saja yang secara personal ya masyarakat juga, “Ya masa masyarakat mau melawan masyarakat, ya silahkan difahami saja maksudnya, “jelasnya.

Menurutnya, sebagai seorang praktisi pendidikan sekaligus aktifis sosial, dirinya melihat demo atau aksi unjuk rasa, terutama yang ditujukan kepadanya secara personal seperti Ombak di lautan yang begitu kuat dan kencang menghantam pantai di daratan, tapi tidak berapa lama, ombak itu pergi dengan sendirinya, dan ketika ombak itu pergi, pantai di daratan jadi bersih dari sampah dan kotoran karena terbawa ombak ke tengah lautan, jadi aksi itu sebagai ombaknya, dan kami sebagai pantai nya.

“Saya melihat aksi demo ini sebagai bentuk pesimisme dan tipisnya harapan akan terwujudnya SMAN di kalapanunggal, karena kalau SMAN itu akan berhasil, maka pastinya tidak akan ada Aksi Demo, tapi karena kegagalan itu lah maka aksi demo yang ditujukan ke saya itu terjadi, karena saya dianggap orang yang paling bertanggungjawab atas kegagalan itu, dan mungkin saya adalah kambing hitam dari sebuah kegagalan, “tukasnya.

Sebelumnya, beredar tagar atau ajakan dari masyarakat daerah kalapanunggal, kabupaten sukabumi yang akan melakukan aksi peduli pendidikan dan tagar masyarakat melawan.(bam/d)

Pos terkait