Ade Dasep : Yakin Benar, Meskipun Harus Berjalan Sendiri

  • Whatsapp
YAKIN BENAR : Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Ade Dasep saat membaca buku Dua jurus Baldatun yang merupakan karyanya sendiri.

SUKABUMI — Drama politik mendera partai pemenang di Kabupaten Sukabumi khusususnya dalam usungan calon di pilkada setempat. Faktanya 2015 yang lalu partai telah mengusungnya menjadi calon dan jadi sebagai pejabat politik untuk periode 2015-2020.

Bahkan bukan hanya ber KTA Partai bahkan masuk dalam struktur partai sebagai penasehat cabang sejak 28 Maret 2015.

Bacaan Lainnya

Tapi apa yang dilakukannya kepada partai yang mengusungnya justru setelah jadi pejabat politik partai ini di tinggalkannya bahkan dicampakkan dengan berpindah menjadi kader partai lain dan menjadi pengurus partai barunya itu.

Justru berterima kasihnya menjadi calon dan menjadi pejabat politik kepada partai barunya itu sementara partai yang mengusungnya tidak dianggap sama sekali.

“Saya sebagai kader partai yang mengusungnya tentunya tidak bisa menerima partai saya dipermainkan, jangankan berbicara kontribusi kepada partai saya yang telah menjadikannya pejabat politik periode 2015-2020 justru yang ada partai saya ditinggalkannya, selanjutnya datang dan daftar lagi di kontestasi pilkada ini di partai saya dan ber KTA lagi partai saya dan diusung lagi oleh partai saya,” jelas Ade Dasep dalam rilisnya.

Ini tentunya aneh tapi nyata, sebagai rasa tanggungjawab ia sebagai kader partai mempunyai rasa memiliki terhadap partai, harus melalui fase pembuktian kebenaran. Karena, ini watak tentunya akan sangat merugikan dan partai dikorbankan.

“Saya sadar betul dan faham atas semua sikap saudara-saudara di partai menghina, mencaci, hingga membully bagian dari proses yang harus dilalui dalam fase pembuktian kebenaran ini. Sebab basis saya empirical dan juga banyak kader lain seperti saya, serta faham dan sadar bahwa Prabowo Subianto memiliki nama yang harum dan Partai Gerindra adalah partai besar dan saya dibesarkan tapi sebagai kader partai turut serta membesarkan dan berkeringat di partai,” tambahnya.

Bagi Ade sebagai kader adalah keselarasan hati dan pikiran, dan rasa memiliki saya terhadap partai harus dengan sikap seperti ini. Tentunya tidak ada ampun lagi bagi orang yang tidak pernah berkeringat terus telah menikmati jasa dan meninggalkan partai yang pernah mengusung serta menjadikannya pejabat politik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *