Selain sisi literasi, Haol Masyayikh tahun ini juga memperkuat dimensi sains Islam melalui pelatihan Ilmu Falak oleh Markaz Falak Sunanulhuda. Peluncuran kitab dan buku baru turut menegaskan bahwa semangat menulis ulama terdahulu masih hidup di rahim pesantren.
Melalui pameran ini, Sunanulhuda seolah mengirim pesan kuat: masa depan peradaban Islam Indonesia tidak bisa dibangun tanpa menengok kembali catatan emas para guru di masa lalu. Kini, 500 manuskrip itu menanti untuk dikaji lebih dalam, demi menerangi jalan santri di masa depan.(den/d)




