Ditempat berbeda, dua rumah milik warga Kampung Cimanggu RT (3/2) Desa Ciamnggu Kecamatan Kabandungan porak-poranda terdampak rentetan gempa bumi yang terjadi pada Sabtu (7/7) lalu. Selain itu, akibat gempa yang berpusat di Lebak, Banten ini sedikitnya tujuh jiwa terpaksa harus meninggalkan rumahnya untuk sementara waktu.
Informasi yang dihimpun radarsukabumi, pada Sabtu lalu sedikitnya tercatat lima kali guncangan gempa bumi dengan besar getaran mencapai 2.5 hingga 4.5 Skala Richter. Akibat guncangan itulah, dua rumah milik Maman Suryaman (45) dan Aah Maryati (43) mengalami kerusakan.
Korban gempa, Maman Suryaman mengaku, saat kejadian dirinya tengah berada di tempat kerja. Walaupun begitu, dirinya amat merasakan guncangan gempa bumi yang merusak rumahnya ini. “Saat itu, saya lagi kerja. Awalnya tidak ada firasat rumah rusak, tapi kabar dari rumah membuat saya langsung Megat hingga akhirnya memutuskan untuk pulang,” akunya kepada Radar Sukabumi, kemarin (8/7).
Kendati tidak memakan korban jiwa, beberapa perabotan dan barang elektronik isi rumahnya hancur tertimpa puing-puing reruntuhan tembok. Beruntung, anak dan istrinya berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak tertimpa.
“Dua kamar rusak, televisi dan perabotan rumah juga ancur tertimpa reruntuhan. Alhamdulillah, anak dan istri selamat tidak ada yang tertimpa karena saya gempa langsung keluar rumah,” terangnya.
Untuk sementara, lanjut Maman, dirinya serta keluarganya mengungsi kerumah sodara karena dikhawatirkan bakal datang gempa susulan. Selain itu, kondisi rumah yang dihuninya kini mengalamai kerusakan cukup parah dan perlu perbaikan. “Untuk sementara, saran dari petugas agar tidak tidur dirumah ini karena cukup membahayakan. Terpaksa, kami mengungsi kerumah sodara hingga benar-benar aman,” tutupnya.





