” Jika ada pendaki yang ngeyel, kami tidak bertanggungjawab. Intinya, semua calon pendaki harus ikuti aturan, termasuk wanita yang tengah menstruasi, ” tutupnya.
Menanggapi hal itu, Saepul (30) pecinta alam mengapresiasi langkah yang dilakukan Balai Besar TNGGP. Menurutnya, sistem yang baru ini dapat menjadi salah satu cara untuk meminimalisir kecelakaan saat mendaki.
“Kita ketahui memang tidak sedikit pendakimengalami peristiwa yang tidak diharapakan, tentunya dengan aturan baru ini setidaknya dapat menjadi pertimbangan para pendaki yang nakal dan meminimalisir peristiwa yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (Cr15/d)



