Dari hasil kuisioner tersebut lanjut dia, mayoritas siswa ingin study tour ke Bali dan sebagian ada yang ingin ke Yogjakarta. Kemudian secara intensif pihaknya pun (komite sekolah) melakukan rapat guna membahas hal-hal teknis terkait keinginan siswa tersebut.
“Agenda rapat kami adakan (per kelas) pun kami lakukan intensif dengan mengundang perwakilan siswa (panitia pelaksana), Kepala Sekolah/dewan guru, serta para orangtua/wali siswa,” ujarnya.
Singkatnya, kata Yana, acara study tour disepakati dan dilaksanakan di dua tempat/lokasi yakni di Bali dan Yogjakarta. Dan, tercatat sebanyak 211 siswa SMAN 3 Sumedang dari kelas XI, ikut study tour tersebut.
“Selain para siswa tersebut, tentunya kami pun melibat para guru-guru di sekolah untuk menjadi pendamping/pembimbing bagi siswa dalam memperoleh edukasi/pengetahuan saat kegiatan study tour tersebut,” terang Yana.
Adapun soal teknis lainnya, seperti soal biaya akomodasi perjalanan dan armada atau pihak travel yang membawa rombongan study tour tersebut telah dilakukan berbagai macam kajian.
Hal itu kata Yana, sebagaimana himbauan melalui SE dari Pj Gubernur Jabar, pasca insiden kecelakaan yang terjadi di jalan kawasan Ciater, Subang, beberapa waktu lalu. “Tentu semua poin-poin dalam SE tersebut telah kami patuhi,” ucapnya.
“Untuk biaya akomodasi perjalanan (study tour) kami sepakati sebesar Rp 2.900.000 per-siswa,” ungkap Yana, menambahkan. (Ron)






