SUBANG – Pelaksanaan program Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik bidang pendidikan di Jawa Barat (Jabar) diduga rawan penyimpangan, demikian ditegaskan E. Yoshefin, Ketua Pelaksana harian DPD Jabar LSM Barisan Semut Merah Indonesia (BASMI).
Pasalnya, lanjut Eyos (sapaan akrabnya) ada sejumlah hasil temuan tim investigasinya terkait pelaksanaan/pengerjaan pada program DAK, baik berupa rehabilitasi ruangan kepala sekolah, guru, dan Tata Usaha (TU), serta rehabilitas Ruang Kelas Baru (RKB).
“Hampir tiap tahun anggaran, program DAK pendidika keral menjadi sorotan publik. Karena, rawan penyimpangan,” tandas Eyos, di Bandung, Jumat (25/10/2024).
“Tingkat kerawanan itu bermacam-macam, mulai dari sistem pengerjaan yang tidak sesuai aturan, penyimpangan spek teknik (material) hingga sistem pengerjaan dibrorongan kepihak lain, yang diduga masih kerabat dari pihak sekolah,” ungkapnya.
Terkait pelaksanaan program DAK fisik bidang pendidikan di Jabar, belum lama diketahui di SMA Negeri 1 Jalancagak, Kabupaten Subang, sedang melaksana pengerjaan rehab ruangan kelas, dan ruangan kepala sekolah serta TU.
Kepala SMAN 1 Jalancagak Ujang Sonjaya, menjelaskan bahwa pihaknya mendapat bantuan program DAK, yakni rehab sebanyak 6 ruangan kelas, 1 ruangan kepala sekolah, 1 ruangan TU, dan 2 RKB.
“Alhamdulillah tahun 2024 ini kita (SMAN 1 Jalancagak) mendapat bantuan program DAK. Meskipun tidak lagi saya sudah purna tugas (pensiun),” kata dia.
Dikatakan Ujang, ditahun anggaran 2024 ini, SMAN 1 Jalancagak mendapat alokasi anggaran DAK fisik sebesar Rp1,7 miliar untuk diproyeksikan sebanyak 10 ruangan di sekolah tersebut.
Dia menambahkan bahwa sesuai dengan juklak/juknis DAK, bahwa pengerjaan rehab dan RKB tersebut semua dikerjakan secara swakelola, dengan melibatkan para pekerja di sekitar lingkungan sekolah.
“Kita kerjakan melalui panitia pembangunan sekolah (P2S) dengan melibatkan pekerja di sekitar lingkungan sekolah,” kata Ujang.
Pernyataan itu disampaikan Ujang sekaligus menepis terkait adanya informasi yang bahwa pengerjaan rehab di SMAN 1 Jalancagak tersebut tersebut diduga dikerjaan oleh pihak ketiga yang diduga kuat masih kerabat Ujang.
“Tidak benar, semua dikerjakan secara swakelola melalui tim/panitia sekolah (P2S),” ucap Ujang, Rabu (23/10/2024) lalu. (Ron)






