Hendak Edarkan Ribuan Jenis Obat Terlarang, Dua Pemuda Asal Aceh Diciduk Polisi di Subang

Polres-Subang
Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu didampingi Kasat Narkoba AKP Heri Nurcahyo saat konferensi pers. (foto: Ist/ RadarSukabumi)

SUBANG – Dua orang pemuda yang di ketahui berasal dari Aceh, akhirnya diamankan oleh tim Satuan Reserse (Sat-Res) Narkoba Polres Subang. Pasalnya, keduanya diduga hendak mengedarkan obat-obatan terlarang, di wilayah Subang.

Kedua pelaku tersebut berinisial MF (25) dan NF (25). Saat dilakukan penangkapan pada Rabu (23/8) sore, dari keduanya polisi menemukan barang bukti ribuan obat terlarang.

Bacaan Lainnya

Ķapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu di dampingi Kasat Narkoba AKP Heri Nurcahyo, menggelar konferensi pers di halaman Mako Polres Subang, Jumat (25/8/2023).

Ariek Indra mengatakan, bahwa jajarannya (Sat-Resnarkoba) telah menangkap dua pelaku asal Aceh Utara, yang telah mengedarkan obat-obatan terlarang atau tanpa izin edar.

Lebih lanjut dikatakan, setelah dilakukan penggeledahan di sebuah warung di kawasan jalan raya Cipunagara, Kecamatan Cipunagara, Subang.

“Sat-Res Narkoba Polres Subang mendapati barang bukti satu tas slempang warna hitam berisi 47 bungkus plastik klip,” ujar Ariek Indra.

“Tiap bungkusnya berisi 8 butir obat berlogo mf jenis Hexymer,” ucapnya, menambahkan.

Kemudian didapati potongan strip obat Tramadol hcl 50 mg sebanyak 14 butir. Dan 7 strip obat Trihexyphenidyl, yang mana tiap stripnya berisi sebanyak 10 butir.

Selain itu, diketahui terdapat uang tunai sebesar Rp300 ribu, yang di duga uang itu hasil dari penjualan obat-obat terlarang tersebut, kata dia.

Selanjutnya anggota polisi Sat-Res Narkoba, melakukan penggeledahan rumah yang dihuni oleh MF, yang berada di Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang.

Polisi pun menemukan barang bukti didalam sebuah dus yang berisi 440 strip obat Trihexyphenidyl tiap strip berisikan 10 butir. Dan 260 strip obat Tramadol, yang tiap strip berisikan 10 butir.

Selain itu didapati satu buah plastik klip besar berisikan 77 bungkus plastik klip bening berisikan masing-masing bungkus 8 butir obat berlogo mf jenis Hexymer, jelas Ariek Indra.

Menurutnya, hasil interogasi diperoleh keterangan dari MF dan NF, seluruh obat-obatan terlarang tersebut didapat dari seorang pria berinisial R, yang kini jadi daftar pencarian orang (DPO).

Selanjutnya kata Ariek Indra, kedua tersangka berikut barang bukti kini telah diamankan di Polres Subang guna dilakukan penyidikan lebih lanjut.

“Kedua pelaku dikenakan Pasal 435 dan atau Pasal 436 ayat 1 dan 2 Undang Undang Nomor 17 tahun 2003, tentang kesehatan, dengan ancaman pidana kurungan selama 12 tahun dan denda sebesar lima milyar rupiah,” kata Ariek Indra. (Roni)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *