“Daripada terjadi bentrok, maka musda diserahkan kepada mahkamah partai. Intinya kita akomodir kedua belah pihak, yaitu hak kader san demokrasi yang tidak tercederai. Golkar Kora Bekasi tetap kondusif. Ini pilihan pajit dari yang lebih pahit. Kalau bentrok, maka Golkar akan jadi bulan-bulanan pihak lain,” ungkap pria yang akrab disapa Uu ini.
Achmad menuturkan, sulitnya proses diperlihatkan saat Nofel ditolak melakukan pendaftaran, tidak ada verifikasi peserta, dan penyelenggara yang boleh masuk hanya pendukung Ade Puspita.
“Akibatnya kubu Nofel akan memaksa masuk forum musda untuk dapat memperjuangkan haknya. Di sini yang kita khawatir terjadi bentrokan. Artinya yang terjadi di Bekasi adalah demi menjaga nama baik Partai Golkar agar jangan sampai terjadi bentrokan yang tidak perlu,” paparnya.
Sebelumnya, perhelatan Musda Golkar Kota Bekasi Jumat (29/10/2021) terjadi dua versi yakni versi Graha Bintang yang menghasilkan Ade Puspitasari sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi, dan versi Hotel Horison yang memilih Nofel Saleh Hilaby.






