Delapan Warga Purwakarta Telantar di NTT

warga Purwakarta telantar
Delapan warga Purwakarta telantar di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur selama sebulan.

PURWAKARTA  – Alih-alih mendapat pekerjaan yang layak, delapan warga Purwakarta telantar di Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sudah hampir satu bulan mereka telantar di sana. Keterangan yang berhasil dihimpun, mereka berada di NTT untuk bekerja dalam suatu proyek. Namun karena tak sesuai dengan kesepakatan sebelumnya, mereka pun batal bekerja dan kehabisan ongkos, berikut perbekalan.

Bacaan Lainnya

Beruntung nasib mereka diketahui lewat jejaring dunia maya. Sehingga ditindaklanjuti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Purwakarta. Kedelapan buruh bangunan itu pun akhirnya dipulangkan.

Koordinator Tim Layanan Aktif Baznas Purwakarta Burhanuddin mengakui, pihaknya memasilitasi kedelapan warga tersebut untuk pulang ke Purwakarta. Di antaranya dengan membiayai tiket pesawat, tes PCR dan biaya makan sepanjang perjalanan pulang.

“Kedelapan orang ini dipimpin Emad Acah. Adapun kami dan pihak Pemkab Purwakarta bisa mengetahui informasi tersebut dari admin facebook Informasi Purwakarta Terkini (Input). Juga dari Admin grup WhatsApp Purwakarta News Club (PNC),” kata Burhanuddin di Gedung Dakwah, Selasa (9/11).

Dia menjelaskan, biaya kepulangan kedelapan warga Purwakarta tersebut merupakan hasil koordinasi antara Baznas dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Purwakarta. Hal ini juga atas instruksi Bupati Purwakarta.

“Sebetulnya ada 16 orang yang telantar di Liliba. Selain delapan orang Purwakarta ada juga delapan warga Karawang. Yang warga Karawang, sekarang ini kepulangannya masih ditangani oleh Pemkab Karawang,” ujar Burhanuddin.

Dia menambahkan, pihaknya menjemput kedelapan warga tersebut di Bandara Soekarno-Hatta. “Sebelumnya, kami sudah mentransfer biaya tiket dan biaya PCR ke sana. Mereka juga sempat ditampung oleh paguyuban warga Jawa Barat di sana,” ucapnya.

Dari bandara, sambungnya, kedelapan warga ini transit di Gedung Dakwah untuk kemudian diantar langsung ke rumahnya masing-masing.

“Kami mengingatkan kepada seluruh warga Purwakarta untuk lebih berhati-hati saat menerima tawaran pekerjaan di luar daerah, agar tidak terjadi hal serupa,” katanya. (gan)

 


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *