Puluhan Warga Jabar Jadi Korban TPPO, Kemensos : Harus Survive

Menteri Sosial Tri Rismaharini memotivasi korban tindak pidana perdagangan orang di Rumah Perlindungan dan Trauma Center Bambu Apus, Jakarta Timur, Jumat (15/9/2023). (Kemensos)
Menteri Sosial Tri Rismaharini memotivasi korban tindak pidana perdagangan orang di Rumah Perlindungan dan Trauma Center Bambu Apus, Jakarta Timur, Jumat (15/9/2023). (Kemensos)

JAKARTA — Kementerian Sosial menurunkan petugas untuk mendampingi warga Jawa Barat (Jabar) korban tindak pidana perdagangan orang, termasuk 28 korban yang sedang berada di Rumah Perlindungan dan Trauma Center Bambu Apus, Jakarta Timur.

“Jadi kita dampingi terus. Yang paling penting adalah mengubah mindset-nya (kerangka berpikirnya), bahwa mereka bisa hidup, mereka pasti bisa survive (bisa bertahan) kalau mereka sungguh-sungguh,” kata Menteri Sosial Tri Rismaharini di Jakarta, Jumat.

Bacaan Lainnya

Menteri Sosial menyampaikan bahwa 28 korban tindak pidana perdagangan orang yang kini berada di Rumah Perlindungan dan Trauma Center Bambu Apus kebanyakan masih muda, dan di antaranya ada yang pernah menjadi guru honorer.

Korban tindak pidana perdagangan orang yang sempat ditahan di Malaysia itu, menurut dia, umumnya terjebak setelah tergiur tawaran kerja dengan penghasilan besar yang beredar di platform media sosial.

Dia mengarahkan para petugas sosial untuk mendampingi korban kejahatan yang berasal dari Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur tersebut.

Menteri Sosial juga mengupayakan para korban tindak pidana perdagangan orang mendapat fasilitas pelatihan di balai-balai Kementerian Sosial di daerah asal mereka.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *