Maka dari itu, koordinasi lintas sektoral menjadi kunci penting dalam pelaksanaan arus mudik tahun 2024.
“Tentunya koordinasi kunci utama, khususnya memberikan keamanan dan kenyamaman selama masyarakat merayakan Idul Fitri,” ucapnya.
Tak hanya itu, Bey mengungkapkan bakal terjadi kepadatan kendaraan di jalan tol dan kawasan utara serta selatan Jabar dengan prediksi arus mudik akan terjadi pada 6 April dan arus balik pada 15 April 2024. “Kepadatannya di jalan tol dan kawasan utara, yaitu mulai dari Karawang-Cikampek sampai Brebes. Sedangkan, di kawasan selatan mulai dari Malangbong-Nagreg-Tasikmalaya,” ujarnya.
Kepadatan kendaraan tersebut memang dipastikan terjadi di kawasan utara dan selatan Jabar karena berdasarkan survei data nasional pada tahun ini sekitar 193 juta orang yang melaksanakan perjalanan mudik yang memang paling banyak se-Indonesia.
“Untuk jalan tol aman dan terkait contraflow sudah dilakukan simulasi. Kami optimistis akan lancar karena pengalaman dari libur Natal dan tahun baru cukup baik walaupun diperkirakan akan terjadi lompatan yang mudik,” tutur Bey.(*)






