Ia khawatir pergerakan tanah merobohkan bangunan rumah saat mereka tengah berada didalam. “Kalau hujan besar suka pindah ke atas. Tapi kalau hujan kecil di sini aja,”kata Indri.
Indri mengeluh, meski hidup di rumahnya ini mengancam jiwa, namun tak ada pilihan lain selain tetap menempati bangunan yang kini retak parah pada bagian dinding dan lantainya. “Mau gimana lagi. Tetangga yang lain juga sama,” keluhnya.
Kepala Desa Puncaksari Abdul Rosyid menyebut jika rumah warga yang terdampak saat ini kondisinya cukup mengkhawatirkan. Hampir semua bangunan di pemukiman dua kampung itu mengalami retak dan berpotensi roboh.
Pemerintah Desa mengimbau, warga terdampak melakukan langkah antisipasi dengan segera keluar rumah jika hujan turun cukup deras. “Imbauan kepada RT dan RW terkena dampak supaya meninggalkan tempat tinggal apalagi ketika hujan deras. Nanti Pemdes menyiapkan untuk tempat pengungsiannya,” ucap dia.
Namun demikian, lanjut Abdul, pihaknya tidak bisa memaksa jika masih ada warga yang enggan untuk dievakuasi mengingat banyaknya barang-barang di rumah yang tidak bisa ditinggalkan.
“Tapi masyarakat meninggalkan rumah itu berat soalnya ada barang. Tapi saya bilang supaya masyarakat jangan sayang sama barang tapi sama jiwa,” katanya.





