“Ini yang harus kita dorong langsung kepada masyarakat yang memiliki potensi stunting, ataupun masyarakat yang kini memiliki bayi stunting,” kata Dedie A Rachim.
Menurut dia, kehadiran P3SI ini menjadi penyemangat, karena nanti akan ada beberapa program yang dilaksanakan, kemudian juga ada yang akan mensuport dan mendorong peningkatan kualitas gizi masyarakat.
“Sehingga potensi stunting itu akan segera bisa kita turunkan, dan paling tidak prevalensi oleh pemerintah bisa lebih cepat tercapai,” ucap Dedie A Rachim.
Kemudian, dilanjutkan Wakil Wali Kota Bogor, pihaknya juga meminta ada beberapa ide dan inovasi lain dari P3SI, untuk bisa mempercepat penurunan dan pencegahan stunting di Kota Bogor.
“Kita tunggu ide dan inovasinya, yang nantinya bisa di publikasikan dalam rangka mencegah angka stunting dari P3SI sendiri,” ungkap dia.
Dedie menjelaskan, untuk jumlah berdasarkan bulan timbang balita ada 3.850 anak yang tersisa.
“Target tentu kita bereskan dulu 1.850 anak, kalau bisa sih secepatnya paling tidak di tahun 2025 sudah seminim mungkin,” tandas Dedie A Rachim. (ded)






